PERAN
STRATEGI SDM
DALAM
MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL
Topik: Penanggulangan Dampak Globalisasi Pada
Perusahaan
Abstrak
Globalisasi adalah
kecenderungan perusahaan untuk memperluas penjualan dan kepemilikan kepada
pasar baru di luar negri dan tak di pungkuri hal inilah yang mengakibatkan
dampak langsung maupun tidak lagsung terhadap bisnis di Indonesia. Dengan
beradanya efek globalisasi munculah suatu perdagangan bebas yang membuat
persaingan antar SDM semakin ketat dan tuntutan dunia akan semakin meningkat.
Pada tingakat makro : SDM merupakan salah
satu penentu kelangsungan hidup perusahaan namun hingga saat ini dalam
menghadapi persaingan yang semakin global, mutu pendidikan di Indonesia masih
terbilang rendah. Pemerintah perlu meningkatkan aspek pendidikan di Indonesia,
universitas-universitas di Indonesia kalah bersaing dengan
universitas-universitas di Asia Tenggara lainnya. Sehingga mutu SDM kita pun
juga kalah dengan Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Dalam
menghadapi kondosi yang seperti ini perusahan juga harus mampu berupaya
mengembangkan kemampuan-kemampuan baru, produk yang inovatif, komitmen
karyawan/karyawati dan dengan cara melakukan program-program pelatihan dan
pengembangan sumber daya manusia.
Pada tingkat mikro : Di era globalisasi
perusahaan dituntut untuk berpikir global dan mempunyai visi, misi yang
berwawasan kedepan dan suatu strategi yang tepat dan didukung dengan strategi
SDM dan budaya perusahaan yang tepat pula. Kemudian barulah dirumuskan secara
logis, jelas dan aplikabel. Ketidaksesuaian antara strategi SDM dan strategi
perusahaan dapat mempengaruhi pencapaian sasaran suatu perusahaan. Sebaliknya
apabila terjadi suatu kesesuaian akan menjadi suatu dorongan kreativitas dan
inovasi karyawan dalam mencapai sasaran perusahaan. Perusahaan perlu mengkaji
dan menganalisis kebutuhan dan kesenjangan SDM terhadap strategi perusahaan
masa kini dan masa mendatang. Aset SDM yang perlu dievaluasi adalah
bobot/kualitas dan potensi SDM yang dimiliki saat ini dan masa mendatang ,kebijakan-kebijakan
SDM, dan sisitem pengadaan. Dengan demikian faktor eksternalpun perlu
diperhatikan antara lain adalah future
trends and needs, demand and supply, perubahan sosial, teknologi,
demografis, dan potensi pesaing.
Strategi yang tepat dengan mempertimbangkan
aktivitas-aktivitas manajemen adalah :
1.
Predeksi
SDM perlu dilkukan secara kualittif dan kuantitatif
2.
Pelatihan
dan pengembangan perlu mengacu pada motivasi dn nilai-nilai yang diharapkan
3. Penanaman nilai yang menekankan pada
paradigma learning organization.
Teori
1) Dalam
jurnal bagian Strategi SDM, perubahan manajemen SDM juga perlu diperhatikan
dalam faktor eksternal yang seperti terdapat dalam jurnal paragraf ke 2,kalimat
ke 2 dan seperti yang dijelaskan juga dalam buku Gery Dessler bab 1 hal 10-13
yang mengemukakan bahwa perubahan eksternal antara lain kemajuan teknologi,
sifat pekerjaan, demografis dan perubahan social budaya.
2)
Dalam jurnal bagian Strategi SDM yaitu SDM perlu di persiapkan secara baik khususnya oleh perusahaan –
perusahaan agar mampu menghasilkan SDM yang mampu bersaing di tingkat dunia. Yang
juga di jelaskan pada buku Gerry Dessler hal 14.
3)
Strategi
yang tepat harus di aplikasikan untuk meraih keberhasilan melalui pemanfaatan
peluang – peluang
yang ada pada lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin kompetitif. Yang
juga terdapat di halaman 87 pada buku Gery Dessler.
Kesimpulan
Globalisasi menurut Gerry Dessler adalah suatu
kecenderungan dalam perusahaan untuk mengembangkan/memperluas penjualan,
kepemilikan, dan/atau manufaktur kepada pasar baru di luar negeri. Secara
langsung maupun tidak langsung globalisasi ini sendiri mempunyai dampak
tersendiri bagi bisnis di Indonesia. Terlebih lagi bila memang harus terjadi
suatu perdagangan bebas. Dengan tingkat mutu SDM Indonesia yang terbilang
rendah maka akan terjadi peningkatan pesaing antar SDM. Bila dilihat pada
tingkat makro, seharusnya pemerintah perlu memperbaiki mutu SDM dengan
mengembangkan pendidikan di Indonesia agar tidak tertinggal dan di dukung oleh
pelatihan-pelatihan khusus di perusuhaan tersebut. Pada tingkat mikro,
perusahaan perlu membuat misi, visi yang berwawasan kedepan dan dengan didukung
oleh strategi perusahaan dan strategi
SDM yang tepat pula guna mengembangkan kekreatifan pegawai yang berdampak pada
pencapaian tujan perusahaan itu sendiri.
Saran
Memang pada kenyataannya mutu SDM di Indonesia masih
terbilang rendah dibanding dengan SDM di Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia
dan Singapura namun Indonesia tak harus berdiam diri dengan ketertinggalannya
mutu pendidikan yang menjadi penunjang bagi SDM. Peningkatan mutu SDM dengan
cara memberikan suatu program-program pelatihan khusus yang mengacu pada dunia
usaha ini mungkn dapat memberikan peningkatan kekreatifan pada SDM di Indonesia
agar tidak lebih tertinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar