Senin, 09 April 2012


PERAN STRATEGI SDM
DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL
Topik: Penanggulangan Dampak Globalisasi Pada Perusahaan
Abstrak
Globalisasi adalah kecenderungan perusahaan untuk memperluas penjualan dan kepemilikan kepada pasar baru di luar negri dan tak di pungkuri hal inilah yang mengakibatkan dampak langsung maupun tidak lagsung terhadap bisnis di Indonesia. Dengan beradanya efek globalisasi munculah suatu perdagangan bebas yang membuat persaingan antar SDM semakin ketat dan tuntutan dunia akan semakin meningkat.
Pada tingakat makro : SDM merupakan salah satu penentu kelangsungan hidup perusahaan namun hingga saat ini dalam menghadapi persaingan yang semakin global, mutu pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah. Pemerintah perlu meningkatkan aspek pendidikan di Indonesia, universitas-universitas di Indonesia kalah bersaing dengan universitas-universitas di Asia Tenggara lainnya. Sehingga mutu SDM kita pun juga kalah dengan Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Dalam menghadapi kondosi yang seperti ini perusahan juga harus mampu berupaya mengembangkan kemampuan-kemampuan baru, produk yang inovatif, komitmen karyawan/karyawati dan dengan cara melakukan program-program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada tingkat mikro : Di era globalisasi perusahaan dituntut untuk berpikir global dan mempunyai visi, misi yang berwawasan kedepan dan suatu strategi yang tepat dan didukung dengan strategi SDM dan budaya perusahaan yang tepat pula. Kemudian barulah dirumuskan secara logis, jelas dan aplikabel. Ketidaksesuaian antara strategi SDM dan strategi perusahaan dapat mempengaruhi pencapaian sasaran suatu perusahaan. Sebaliknya apabila terjadi suatu kesesuaian akan menjadi suatu dorongan kreativitas dan inovasi karyawan dalam mencapai sasaran perusahaan. Perusahaan perlu mengkaji dan menganalisis kebutuhan dan kesenjangan SDM terhadap strategi perusahaan masa kini dan masa mendatang. Aset SDM yang perlu dievaluasi adalah bobot/kualitas dan potensi SDM yang dimiliki saat ini dan masa mendatang ,kebijakan-kebijakan SDM, dan sisitem pengadaan. Dengan demikian faktor eksternalpun perlu diperhatikan antara lain adalah future trends and needs, demand and supply, perubahan sosial, teknologi, demografis, dan potensi pesaing.
Strategi yang tepat dengan mempertimbangkan aktivitas-aktivitas  manajemen adalah :
1.    Predeksi SDM perlu dilkukan secara kualittif dan kuantitatif
2.    Pelatihan dan pengembangan perlu mengacu pada motivasi dn nilai-nilai yang diharapkan
3.    Penanaman nilai yang menekankan pada paradigma learning organization.

Teori
1)    Dalam jurnal bagian Strategi SDM, perubahan manajemen SDM juga perlu diperhatikan dalam faktor eksternal yang seperti terdapat dalam jurnal paragraf ke 2,kalimat ke 2 dan seperti yang dijelaskan juga dalam buku Gery Dessler bab 1 hal 10-13 yang mengemukakan bahwa perubahan eksternal antara lain kemajuan teknologi, sifat pekerjaan, demografis dan perubahan social budaya.
2)    Dalam jurnal bagian Strategi SDM yaitu SDM  perlu di persiapkan secara baik khususnya oleh perusahaan – perusahaan agar mampu menghasilkan SDM yang mampu bersaing di tingkat dunia. Yang juga di jelaskan pada buku Gerry Dessler hal 14.
3)    Strategi yang tepat harus di aplikasikan untuk meraih keberhasilan melalui pemanfaatan peluang – peluang yang ada pada lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin kompetitif. Yang juga terdapat di halaman 87 pada buku Gery Dessler.

Kesimpulan
Globalisasi menurut Gerry Dessler adalah suatu kecenderungan dalam perusahaan untuk mengembangkan/memperluas penjualan, kepemilikan, dan/atau manufaktur kepada pasar baru di luar negeri. Secara langsung maupun tidak langsung globalisasi ini sendiri mempunyai dampak tersendiri bagi bisnis di Indonesia. Terlebih lagi bila memang harus terjadi suatu perdagangan bebas. Dengan tingkat mutu SDM Indonesia yang terbilang rendah maka akan terjadi peningkatan pesaing antar SDM. Bila dilihat pada tingkat makro, seharusnya pemerintah perlu memperbaiki mutu SDM dengan mengembangkan pendidikan di Indonesia agar tidak tertinggal dan di dukung oleh pelatihan-pelatihan khusus di perusuhaan tersebut. Pada tingkat mikro, perusahaan perlu membuat misi, visi yang berwawasan kedepan dan dengan didukung oleh strategi perusahaan dan  strategi SDM yang tepat pula guna mengembangkan kekreatifan pegawai yang berdampak pada pencapaian tujan perusahaan itu sendiri.

Saran
Memang pada kenyataannya mutu SDM di Indonesia masih terbilang rendah dibanding dengan SDM di Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura namun Indonesia tak harus berdiam diri dengan ketertinggalannya mutu pendidikan yang menjadi penunjang bagi SDM. Peningkatan mutu SDM dengan cara memberikan suatu program-program pelatihan khusus yang mengacu pada dunia usaha ini mungkn dapat memberikan peningkatan kekreatifan pada SDM di Indonesia agar tidak lebih tertinggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar